Revolusi Trading Indonesia

Menurut bahasa Politik, revolusi ini memiliki arti berupa perlawanan masyarakat untuk menggulingkan rezim lama sekaligus dengan sistem pemerintahannya.

Meskipun terdengar cukup ngeri, tapi di pembahasan kita kali ini, kita tidak akan membicarakan mengenai revolusi dari sisi politik, melainkan dari sudut pandang forex trading.

Berbeda dengan dunia politik yang berbau kekerasan dan nampak seperti banyak korban berjatuhan, revolusi trading Indonesia justru membuat para trader yang terlibat merasakan kemudahan dan kenikmatan yang tiada tara.

Dimulai dari bisa dijalankan di rumah hingga otomatisasi trading, semua berkat revolusi yang terjadi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini.

Secara garis besarnya, adanya revolusi ini memungkinkan trader ritel seperti kita yang memiliki dana pas-pasan bisa ikut andil bagian di bisnis yang mendatangkan cuan menggiurkan yang satu ini.

Dengan begitu, kesempatan untuk menjadi orang kaya kini sudah menjadi hak milik setiap orang. Tidak ada lagi istilah “yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin”. Selama kita memiliki ilmu yang mumpuni dan mampu mengatur keuangan di dunia bisnis dan kehidupan sehari-hari, semuanya nampak memungkinkan untuk mengubah nasib.

Robert T. Kiyosaki pernah mengatakan bahwa kemiskinan dan kekayaan bisa diwariskan, gegara faktor lingkungan dan kebiasaan.

Nah, jika kita bisa terlepas dari lingkaran bokek tersebut, maka kita pun bisa segera menjadi sosok yang aman secara finansial.

Maka dari itulah, kita wajib mengetahui adanya revolusi trading Indonesia agar kita bisa mengubah pola pikir dan sudut pandang terhadap bisnis, serta menjadi seorang pemain di pasar forex yang penuh dengan resiko.

Dari Barter ke Sistem Uang

Pada zaman dulu sebelum kita lahir ke dunia ini, sistem perdagangan dilakukan dengan menggunakan barter, yaitu pertukaran dari satu barang ke barang lainnya.

Tapi dengan seiring berjalannya waktu, maka cara tersebut kurang begitu efektif karena sulit untuk menilai suatu barang. Bayangkan saja jika di masa kini ketika kita ingin membeli TV menggunakan beras, berapa liter beras yang dibutuhkan?

Sistem konversi tersebut tentunya akan menyulitkan kita di kehidupan sehari-hari dan cenderung akan menuai adu mulut antara penjual dan pembeli. Yang pada akhirnya digunakanlah sistem alat tukar bernama Emas.

Ini karena emas merupakan salah satu komoditas yang sulit untuk dibuat dan hanya tersedia secara alami saja.

Tapi perkembangan zaman lagi-lagi mengharuskan umat manusia untuk membuat mata uang baru, dan tidak menjadikan emas sebagai mata uang tunggal di dunia.

Balik lagi ke zaman sekarang, bayangkan jika misalnya di dunia ini hanya ada satu mata uang saja, maka setiap negara (terutama negara berkembang dan miskin) akan kesulitan membuat kebijakan ekonomi di negaranya masing-masing.

Alhasil, mata uang setiap negara pun tercipta dan bisnis forex pun lahir diantara kita.

Dari Emas ke Forex

Setelah kemunculan uang, emas masih digunakan sebagai salah satu komoditas teraman karena bersifat safe heaven. Buktinya, ketika ada suatu gejolak di suatu negara, maka investor akan mulai berlarian ke emas demi mengamankan nilai harta dan aset mereka.

Hanya saja, emas dijadikan sebagai salah satu bagian dari investasi saja, dan jarang digunakan untuk pembelian barang dagangan (kecuali membeli uang/menukar).

Kemunculan lebih dari satu mata uang (semua negara secara de facto dan de jure masing-masing memilikinya) akan memaksa seseorang untuk senantiasa menukarkan mata uang dari satu negara ke negara lainnya, terutama ketika mereka berkunjung ke luar negeri.

Secara tak sadar, mereka melakukan perdagangan forex, hanya saja tidak sebagai trader atau investor, melainkan sebagai pengguna dan konsumen saja.

Pengguna ini tidak memikirkan masalah selisih antara nilai jual dan beli, hanya akan digunakan untuk pembelian di negara tempat mereka menapakkan kakinya tersebut saja.

Beda lagi dengan para investor. Pada masa orde baru, ada banyak orang yang memiliki banyak dollar sebagai tabungan. Kala itu harga dollar sangat murah, yaitu hanya Rp.2.000 saja per 1 USD nya.

Kemudian di tahun 1998, harga dollar meningkat drastis hingga Rp.15.000 sehingga para pengumpul dollar tersebut menjadi kaya mendadak. Nah itulah yang disebut sebagai bisnis forex, yaitu membeli dollar ketika masih harga rendah, kemudian menukarnya kembali ketika harga melonjak naik.

Tapi berbeda dengan di zaman sekarang. Pada tahun 1998, semuanya dilakukan secara tradisional, dan tak ada grafik-grafik canggih seperti sekarang.

Apalagi pembeli dollar tersebut di masa itu hanyalah kaum yang memiliki banyak duit, atau dikarenakan faktor lingkungan dari keluarga pedagang yang memiliki pengetahuan tentang ilmu uang dan investasi saja.

Dikarenakan dilakukan secara manual, maka bank-bank dan money changer bertindak sebagai broker. Fluktuasi harga yang terjadi tersebut tidak akan mempengaruhi keuntungan mereka, karena mereka mengambil laba dari spread, yaitu selisih antara nilai jual dan nilai beli.

Uang VS Emas

Bagaimana dengan emas? Apakah disebut sebagai Forex?

Sekarang agak sulit untuk menjawabnya, karena forex sendiri memiliki singkatan Foreign Exchange, yaitu pertukaran mata uang asing, atau valas. Sementara emas sendiri sudah tidak digunakan sebagai mata uang di negara manapun.

Tapi bukan berarti emas tidak layak untuk dibeli. Ini bisa disamakan ketika kita ingin berinvestasi pada komoditas tertentu, termasuk kopi, kapas, minyak, gas, perak, dan lain sebagainya – dan posisi emas mungkin sama dengan barang tersebut.

Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, perdagangan emas dilakukan di toko-toko emas pasaran. Jadi secara otomatis, toko-toko itulah yang bertindak sebagai broker, karena mereka mempertemukan antara penjual dan pembeli.

Pemilik toko emas tidak akan terpengaruhi oleh naik dan turunnya emas tersebut, karena mereka hanya mendapatkan laba dari selisih nilai jual dan beli (spread) layaknya bank-bank dan money changer.

Makanya, zaman sekarang ada istilah investasi emas, tapi hampir tidak ada orang yang mengatakan investasi dollar.

Pasalnya, mata uang hampir tidak bisa dijadikan sebagai aset investasi karena nilainya yang kemungkinan akan terus turun akibat inflasi. Jadi berhati-hatilah buat kamu yang doyan nabung, karena 10 juta di masa sekarang mungkin tidak akan sama nilainya dengan 10 juta di 10 tahun mendatang.

Untuk melindungi nilai tersebut, para investor yang “melek finansial” akhirnya lebih memilih untuk menabungkan uang mereka dalam bentuk barang, saham, ataupun emas.

Dan bahkan ketika ada masalah di negara tertentu, maka pemilik saham biasanya akan lari ke emas! Ingat, seperti yang sudah disebutkan di atas, emas itu adalah aset safe heaven yang lebih aman untuk diinvestasikan.

Dari Tradisional ke Komputerisasi

Selanjutnya pada awal tahun 2000an, internet mulai dikenal oleh masyarakat kita. Pada saat itu, semua orang di dunia ini berlomba-lomba untuk melakukan peralihan, dari yang tradisional kemudian dikerjakan dalam bentuk software, salah satunya adalah forex.

Kemudian di tahun 2005, lahirnya platform MetaTrader 4 menjadi revolusi trading Indonesia. Sekalipun sudah ada platform yang lahir sebelum MT4, tetapi orang Indonesia sendiri lebih mengenal platform tersebut sebagai bagian dari alat trading mereka.

Namun pada waktu itu hanya sebagian kecil saja yang sudah mengerti dan memulai trading, kebanyakan diantara para blogger yang mengerti cara main dan berbisnis di internet.

Tapi seiring berjalannya waktu, internet semakin mewabah dan kemudian membuat para pencari uang di internet mulai mengenal forex.

Kelahiran beberapa broker dengan sistem margin dan leverage pun memungkinkan kita berdagang dengan modal yang kecil. Bahkan di beberapa broker tertentu, modal berdagang bisa dimulai dari $1 saja.

Alhasil, semua orang kini bisa merasakan kehidupan orang-orang yang dulu punya banyak duit, yaitu berdagang dan berinvestasi di pasar forex, stocks, futures, dan komoditas tertentu.

Inilah yang disebut sebagai revolusi trading Indonesia. Revolusi berdasarkan sudut pandang ekonomi, dan bukan dari sudut pandang politik.

Selain itu, kemunculan internet juga memudahkan kita untuk melakukan transaksi. Tidak perlu lagi datang ke bank atau money changer untuk membeli mata uang tertentu. Tidak perlu datang lagi ke toko emas atau Antam untuk membeli emas.

Tidak perlu lagi mengunjungi Bursa Efek Jakarta yang bikin kita minder untuk membeli saham. Semuanya bisa dilakukan dengan mudah di depan komputer, laptop, atau bahkan handphone dengan satu kali sentuhan jari.

Belum pernah ada teknologi semacam ini di sepanjang sejarah umat manusia, sehingga wajib bagi kita mensyukuri kemajuan zaman di masa sekarang.

Namun, bukan berarti kita bisa berleha-leha dan menyepelekan pasar forex, karena sampai sekarang, orang yang mengalami kerugian cenderung lebih banyak daripada orang yang berhasil untung.

Fakta menyebutkan bahwa lebih dari 90% (95% di tahun 2020) mengalami kerugian di pasar forex.

Dari Manual ke Otomatis

Dikarenakan perdagangan manual membuat banyak orang mengalami kerugian, maka sistem otomatis mulai diciptakan.

Sistem otomatis ini juga dapat membuat orang sibuk bisa ikut andil bagian di market forex yang penuh dengan lika-liku tetapi menggiurkan.

Otomatisasi ini kemudian dikenal dengan sebutan EA, atau expert advisor. Di tempat kita lebih dikenal dengan sebutan robot forex.

Software ini mampu tercipta berkat salah satu platform yang disebut sebagai MQL5, atau MetaQuote Language 5.

Jadi siapapun kamu yang mampu membaca bahasa pemrograman dan coding, maka bisa membuatnya berdasarkan strategi yang telah kita miliki sebelumnya.

Berkat kemunculan otomatisasi tersebut dan permintaannya yang terus meningkat, maka munculah satu jenis lahan dan pekerjaan baru bagi para programmer, yaitu jasa pembuatan forex atau menjual robot yang mereka ciptakan.

Jika kamu berkunjung ke sebuah website tentang forex, misalnya mql5.com, maka kamu bisa melihat ada banyak robot yang dijual dengan harga yang fantastis.

Tapi sebagai gantinya, kita akan memiliki sistem yang sama seperti pencipta robot tersebut dan bertrading secara profesional. Sebagai bonusnya, semua perdagangan tersebut dilakukan secara otomatis.

Pada saat yang bersamaan pula, muncullah fitur-fitur baru dimulai dari copy trade hingga PAMM.

Seperti yang kita tahu bahwa robot forex masih harus melakukan settingan dan disimpan di server, yang artinya menambah biaya. Secara keseluruhan, maka modal yang harus disiapkan untuk menggunakan metode trading otomatis ini adalah berupa pembelian robot, menyewa server, dan menyiapkan modal untuk deposit.

Namun berbeda dengan PAMM dan copy trade, maka settingan dan sewa server sudah tak perlu dilakukan lagi.

Kita ambil contoh Eseries, yaitu robot forex berbasis copy trade yang bisa kamu sewa seharga $49 saja per bulannya. Asyiknya, robot ini sudah mampu mendatangkan cuan hingga lebih dari 1000%, serta tidak ada sistem bagi hasil.

Jadi dana yang perlu kamu keluarkan adalah biaya subscribe saja, sementara profit yang didapatkan menjadi milik kamu seorang.

Kaya dan Miskin Diwariskan

Seperti di awal-awal artikel ini disebutkan bahwa kaya dan miskin itu diwariskan, menurut Robert T. Kiyosaki dalam wawancaranya yang fenomenal di tahun 2020 lalu.

Ini melibatkan berbagai macam hal yang terjadi di keluarga itu sendiri, sehingga kita wajib keluar dari lingkaran setan tersebut dan beralih ke sisi kaya – atau seenggaknya mapan secara finansial.

Teori ini pun diajarkan melalui bukunya yang berjudul Rich Dad, Poor Dad, dimana disana menjelaskan bahwa cara mengajar ayah miskin akan membuat seorang anak menjadi miskin, sementara cara mengajar ayah kaya akan membuat seorang anak menjadi kaya.

Maka jangan heran di zaman dulu istilah “kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin” cukup populer di kalangan kita, tanpa mengetahui hal yang menjadi penyebabnya.

Dan Robert Kiyosaki menjelaskannya secara terperinci.

Lantas, apa hubungannya dengan forex dan trading? Ada! Angka 95% orang yang mengalami kerugian menjadi buktinya.

Nah, jika misalnya kita sudah bergelut dengan kemiskinan selama beberapa puluh tahun ini, mari kita simak pelajaran yang kita dapatkan dari pebisnis kaya raya tersebut, Robert Kiyosaki.

Jangan sampai pola pikir dan kebiasaan “poor” kita dibawa ke bisnis trading forex, saham, dan trading tradisional manapun.

  1. Cari Guru Nyata

Bukan guru di sekolahan yang mengajarkan sesuatu yang tidak mereka praktekkan sendiri.

Guru yang sebenarnya adalah saat kita berhadapan dengan akuntan, pengurus pajak, dan lain sebagainya.

Untuk urusan forex, maka guru tersebut bisa berupa robot forex, sesama trader, copy trading, atau bahkan modal yang hilang saat bertransaksi.

  1. Hindari Mencari Sesuatu yang Benar.

Kebenaran hanya ada di sekolah dan pahlawan kebajikan. Di dunia nyata, semua bekerja tidak hanya “benar” saja, tetapi “salah” pun harus dijadikan sebagai pembelajaran dan rasa syukur.

Jika kita menginginkan sesuatu yang benar, maka tidak akan pernah belajar dari kesalahan. Itu artinya, selamanya kita akan menghindari resiko.

  1. Terapkan LOA

Kepanjangannya adalah Law of Attraction. Singkatnya, apa yang kita pikirkan maka akan menjadi kenyataan.

Doa tidak hanya dilakukan ketika kita mengangkat tangan di atas pangkuan dan menghadap Tuhan saja, akan tetapi doa pun bisa berasal dari isi pikiran kita.

Di mulut mungkin saja kita bertasbih meminta rezeki yang halal, tetapi jika pola pikir kita tetap negatif, maka semesta akan lebih memilih apa yang ada di otak kita. Karena dari isi pikiran kitalah semua tindakan dilakukan.

  1. Pelajari Ilmu Uang

Ilmu uang tidak pernah diajarkan di sekolah, padahal ini adalah ilmu yang akan kita jalani di kehidupan sehari-hari.

Ilmu uang bukan hanya melulu soal menghasilkan, akan tetapi juga melibatkan cara kita mengeluarkan dan menggunakannya.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika kita tengah bokek, maka mungkin kebutuhan kita hanya makan sehari-hari, rokok, dan kopi. Namun, ketika kita mulai memiliki pemasukan tambahan, maka kebutuhan kita akan meningkat, dimulai dari sepeda motor hingga mobil.

Padahal, ilmu uang tidak bekerja seperti itu. Saat penghasilan kita bertambah, maka sebisa mungkin gaya hidup kita tetap seperti orang bokek. Sementara uang yang dihasilkan tersebut dikumpulkan dulu dalam bentuk aset.

Setelah aset tersebut menghasilkan, barulah kita boleh mulai membeli berbagai macam mainan yang kita inginkan, entah itu motor, mobil, atau jalan-jalan ke luar negeri.

Uang yang didapatkan dari aset tidak akan pernah menyusut dan bahkan bisa menjadi passive income yang nyata.

Robot forex, copy trade, dan PAMM yang bekerja dengan baik juga bisa kita sebut sebagai aset, karena memiliki potensi untuk menghasilkan uang secara berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *