Forex Robot

Mungkin banyak orang yang mengira bahwa forex robot itu berupa terminator atau android yang mengoperasikan perdagangan valas secara fisik. Padahal, jenis robot ini hanya berupa software yang berisi coding-coding untuk memerintahkan perangkat lunak tersebut melakukan aksi.

Aksinya tersebut bisa berupa order, pending order, memasang SL, memasang TP, atau bahkan algoritma dan hitungan matematis yang jauh lebih rumit yang telah disetting sebelumnya oleh para programmer dan trader.

Tapi tidak serta-merta robot tersebut bisa memberikan kita cuan di pasar saham atau forex, karena harus menjalani coding dengan menggunakan strategi yang telah teruji sebelumnya, serta melakukan backtesting melalui strategy tester untuk menemukan settingan yang paling cocok.

Tahapannya tersebut bahkan tidak berhenti sampai di sana, karena kita pun masih harus tetap mencobanya secara real-time melalui akun demo dan akun riil. Gunanya adalah demi menemukan masalah yang hanya muncul di lapangan, seperti slippage, no quote, requote, dan lain sebagainya.

Lantas, apakah forex robot itu benar-benar bisa kita gunakan sebagai salah satu aset dan alat investasi kita?

Tentu saja, selama robot yang kita gunakan sangatlah mumpuni dalam melakukan kinerjanya tersebut, entah itu dari segi profit maupun manajemen resiko dalam bentuk drawdown rate.

Intinya, pastikan kamu memilih jenis robot yang berkualitas dan teruji secara real time melalui akun riil oleh si penjual dan pemiliknya. Jika tidak, mana mungkin kita bisa menilai apakah robot tersebut mampu memberikan kita cuan atau tidak.

Robot Forex Bisa Bikin Kita Kaya!

Kata siapa? Kata marketing, kah? Atau kata orang-orang di forum yang mencoba menjadi orang terkenal?

Menurut para profesional muda, ternyata robot forex pun bisa membuat kita kaya, hanya saja kecil kemungkinannya untuk bisa mencapai titik tersebut.

Jika memang kemungkinannya jauh lebih besar, maka sudah pasti lebih dari separuh pemain forex mampu mendulang banyak uang.

Faktanya tidak demikian! Diperkirakan ada 80-95% para pedagang forex yang terus-menerus berkutat dengan kekalahan dan loss, sekalipun mereka menggunakan forex robot.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hal itu terjadi, dimulai dari kondisi broker hingga forex robot itu sendiri.

Di luaran sana, ada banyak broker yang memiliki spread besar, sehingga tidak cocok untuk digunakan sebagai scalpingan.

Praktisnya, mintalah informasi mengenai broker yang digunakan oleh pemilik robot saat mereka melakukan backtesting, dan kemudian minta pula hasil riil yang telah mereka dapatkan.

Jika misalnya mereka tak mampu membuktikannya dan memenuhi permintaan tersebut, maka kamu wajib curiga bahwa mereka hanya menjual iming-iming dan kata-kata manis belaka.

Jika menggunakan robot abal-abal, jangankan bisa kaya di forex, yang ada malah bangkrut seketika.

Maka dari itulah, sebelum kamu buru-buru berpikir untuk menjadi kaya mendadak melalui forex dengan menggunakan robot EA, pastikan kamu tingkatkan dulu pemahaman dan ilmu tentang industri super keras yang satu ini.

Keefektifan Dari Robot Forex

Intinya kamu harus benar-benar memilih bahwa forex robot yang kamu gunakan dan beli tersebut haruslah profitable. Akan jauh lebih bagus jika si pemilik robot juga bertrading dengan menggunakan EA yang sama, settingan yang sama, dan hasil yang memuaskan. Mereka pun haruslah mau memperlihatkan live trading tersebut melalui fitur yang disediakan.

Ini berlaku untuk robot forex yang dijual dengan harga fantastis, apalagi jika kamu memutuskan untuk menggunakan robot gratisan.

Percaya deh, sudah banyak kejadian dimana seorang trader kehilangan uang mereka dengan sekejap karena gara-gara menggunakan robot forex gratis yang disebut-sebut sebagai ladang uang terbaik di forum-forum.

Jadi jika kamu ingin mengetahui seberapa efektifkah robot yang kamu pilih, maka harus melihat testimoni asli serta melihat hasil dari trading yang mereka lakukan.

Ingat, bagaimanapun forex robot tersebut merupakan kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligent), yang mana sekalipun mampu melakukan order berdasarkan aturan yang telah kita tentukan, tapi mereka masih akan melakukan kesalahan.

Kuncinya adalah, cari robot forex yang membawa win ratio lebih tinggi daripada kekalahan yang dihasilkan.

Legalitas

 

Sekarang masuk ke bagian broker. Ada banyak pialang di Indonesia yang telah memblokir penggunaan forex robot secara permanen. Entah apa yang menjadi alasannya, yang jelas forex robot itu disebut sebagai kecurangan dalam dunia trading.

Alhasil, jika robot kamu dijalankan di broker yang melarang penggunaan robot, maka seberapa banyakpun profit yang kamu dapatkan, maka tetap tak akan bisa dicairkan. Parahnya, dana deposit awal dan akun kamu kemungkinan besar akan dibekukan.

Ini bisa saja terjadi karena di awal-awal kita memang telah menyetujui term and condition sebelum ikut bertrading di tempat mereka.

Sehingga sekalipun kita menuntut broker tersebut ke pengadilan, maka kita mustahil untuk bisa menang.

Maka dari itulah, pastikan kamu membaca secara seksama mengenai term dan condition mereka sebelum benar-benar bertrading, terutama jika kamu ingin menggunakan forex robot yang super profitable.

Atau biar gampangnya, tanyakan kepada customer service melalui fitur chat dan tanyakan apakah di tempat mereka diperbolehkan menggunakan robot atau tidak.

Jika memang tidak bisa, maka segera tinggalkan dan cari broker lain. Memaksakan diri untuk tetap ikut bertrading di broker yang melarang penggunaan EA bisa menjadi masalah di kemudian hari.

Bisa-bisa kamu gak jadi berubah menjadi orang kaya sekalipun mendapatkan profit ribuan dollar setiap harinya.

Padahal jika ditilik dari hukum secara internasional, penggunaan forex robot itu adalah legal dan diperbolehkan. Namun tetap kita harus mengikuti aturan dari broker yang digunakan.

Ketahui Jenis Robot Forex

Sebelum membeli robot forex apapun, pastikan kamu mengetahui terlebih dahulu jenis strategi yang mereka gunakan.

Setidaknya kita bisa membedakannya ke dalam 10 kategori yang berbeda, yaitu:

  • Grid
  • News
  • Trend
  • Level Trading
  • Neural Networks
  • Multicurrency

Kenapa kita harus repot-repot mengetahui jenis robot forex yang ingin kita beli? Toh dijalankan secara otomatis, kan?

Ini karena tiap jenis robot haruslah disesuaikan dengan broker. Terutama scalping, maka sebisa mungkin kita harus mencari broker yang menyediakan spread rendah.

Jika tidak, maka tiap order yang kita lakukan pasti termakan oleh selisih harga beli dan harga jual tersebut. Jika dilanjutkan, maka akan sangat parah. Profit kita pun akan tergilas habis dan hanya menyisakan ratio loss, sehingga menjadi situasi yang harus dihindari menurut ilmu ekonomi secara umum.

Dikarenakan sangat penting, mari kita bahas lebih lanjut mengenai jenis robot forex ini!

Jenis Forex Robot

Seperti yang sudah dijelaskan panjang lebar di atas bahwa mengetahui jenis forex itu wajib hukumnya sebelum kamu menggunakannya sebagai salah satu aset yang mendatangkan cuan.

Dengan mengetahui jenis tertentu, maka kita pun bisa menyesuaikan di broker mana robot tersebut akan ditanamkan.

Sebagian besar jenis forex robot ini menggunakan bahasa Inggris. Tapi tenang, karena akan dijelaskan secara lebih terperinci di sini!

Martingale

Melakukan pembelian dengan lot berkali-kali lipat saat terkena floating loss. Robot ini enggan untuk melakukan cut loss, sehingga ketika jalur harga market bergerak berlawanan dengan yang ia prediksikan, maka akan menambah orderan lagi hingga kedalaman yang telah ditentukan.

Dengan begitu, kekalahan di orderan sebelumnya akan tertutupi berkat orderan baru yang menggunakan besaran lot yang berkali-kali lipat dari sebelumnya.

Selintas memang begitu menarik hati, karena menunjukkan win rate ratio yang mencapai 100%. Tapi jangan pernah tertipu, karena bisa saja max drawdown rate nya mencapai 99%.

Ini terjadi karena besaran lot yang digunakan. Semakin dalam lapisan order yang dilakukan, maka akan semakin besar lot yang ditradingkan.

Alhasil, kita harus memiliki modal yang begitu besar dan bertransaksi di lot kecil jika ingin menggunakan jenis robot yang satu ini.

Arbitrage

Strategi perdagangan ini “katanya” bebas resiko, karena memungkinkan seorang investor atau trader memperoleh keuntungan dari pembelian atau penjualan secara bersamaan di dua pair yang berbeda, namun aset yang sama.

Misalnya, jika kita melakukan order di GBP/USD, maka forex robot yang menggunakan strategi arbitrage akan melakukan open posisi juga di EUR/USD, USD/JPY, USD/CAD, dan bahkan XAU/USD (Gold).

Setiap pair tentunya memiliki harga yang berbeda. Nah, melalui arbitrase ini, forex robot akan berusaha memanfaatkan situasi tersebut agar kita mendapatkan cuan secara konsisten dari market valas.

Grid

Bisa dibilang grid ini merupakan perdagangan yang tanpa melakukan analisa apapun, hanya berdasarkan hitungan dari pergerakan market.

Misalnya, forex robot akan menembatkan order Buy setiap kali harga naik sekian pips dari harga awal yang telah ditetapkan. Sebaliknya, order Sell akan dilakukan jika harga turun sekian pips dari harga sebelumnya.

Katakanlah kamu menggunakan 15 pips grid dari harga 1.10000, maka order Buy akan dilakukan jika harga naik menjadi 1.10015. Sebaliknya, order Sell akan dieksekusi jika harga malah turun ke 1.09985.

Hedging

Tekhnik melindungi nilai dari perdagangan yang kita lakukan, dengan cara membeli dan menjual di saat yang bersamaan.

Jadi daripada menggunakan SL, forex robot jenis ini cenderung akan melakukan order berlawanan arah ketika diduga ada yang tidak beres dengan analisa yang telah dilakukan.

Kegunaannya adalah untuk melindungi akun kita dari loss yang lebih parah, hingga akhirnya harga akan berbalik ke arah yang diinginkan.

Scalping

Scalpingan ini biasanya menggunakan time frame yang lebih rendah, antara M1 hingga H1. Tujuannya hanya satu, yaitu agar bisa mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat dengan cepat, karena normalnya robot scalper akan melakukan banyak sekali orderan dalam satu hari.

Sekalipun nampak begitu menggiurkan, tapi masalah muncul jika kita bertrading di broker yang memiliki spread terlalu lebar, sehingga bisa menggerus semua keuntungan yang telah kita miliki.

News

Kata orang robot tidak bisa membaca berita, tapi sebenarnya ada kok robot yang bekerja berdasarkan news yang dirilis.

Ini mungkin bisa dilakukan mengingat berita fundamental yang sudah terjadwal di kalender forex. Tapi tetap saja tidak akan mampu mengetahui berita dadakan seperti bencana alam, perang, serangan teroris, dan sebagainya.

Trend

Sesuai namanya, robot ini sebisa mungkin akan mencoba untuk mengikuti harga yang tengah trending. Jika misalnya harga terlihat uptrend, maka akan mulai melakukan order Buy. Jika hargat terlihat tengah downtrend, maka forex robot akan melakukan order Sell.

Biasanya, robot ini menggunakan analisa berdasarkan indikator bertipe trend seperti Moving Average, Parabolic SAR, Bollinger Band, Ichimoku Kinko Hyo, atau envelope.

Beberapa robot yang lebih canggih akan menambahkan indikator lain sebagai konfirmasi pergerakan harga, karena jika hanya menggunakan satu indi trend saja, maka bisa-bisa terjebak sideways.

Level Trading

Kebanyakan profesional trader selalu berkutat di bagian ini, karena bisa menjadi salah satu tekhnik yang paling akurat, sekaligus paling sulit untuk dilihat.

Level trading melibatkan support dan resistance. Seninya terletak saat salah satu level tersebut ter-breakout sehingga akan mengubah sifatnya.

Sebut saja level support yang telah terbreakout, maka akan akan berubah menjadi resistance. Robot forex akan menunggu hingga harga menyentuh resistance tersebut untuk kemudian melakukan order.

Neural Network

Neural network dalam perdagangan valas ini merupakan metode pembelajaran software yang terinspirasi dari neuron otak manusia.

Software ini akan belajar dari data pasar masa lalu (misalnya dari nilai indikator teknikal dan berdasarkan fundamental), serta mempelajari dan memprediksi variabel target, entah itu berupa harga penutupan, hasil perdagangan, dan lain sebagainya.

Forex robot ini bisa dibilang yang paling tercanggih karena semakin lama digunakan, maka akan berpikir layaknya seperti manusia.

Multicurrency

Sesuai namanya, forex robot multicurrency akan memanfaatkan korelasi harga dari tiap pair yang diperdagangkan.

Jika robot memprediksi bahwa EUR/USD akan naik dan kemudian melakukan order buy, maka robot pun akan melakukan order yang sama untuk GPB/USD, AUD/USD,dan NZD/USD. Di saat yang bersamaan pula, maka robot akan melakukan order sell pada pair USD/CHF, USD/JPY, dan USD/CAD.

Tekhnik ini masih mungkin dilakukan dengan cara manual, hanya saja akan membingungkan jika melibatkan cross pair. Jadi semua tugas tersebut bisa diserahkan kepada robot sepenuhnya.

Modal Untuk Forex

Sekalipun sekarang kebanyakan broker membolehkan kita untuk deposit dan trading di bawah $10, tapi bukan berarti kita bisa berubah menjadi kaya raya dalam waktu singkat dengan modal mini tersebut.

Forex robot memiliki hitungan algoritmanya sendiri dalam menentukan manajemen resiko. Untuk melindungi akun kita dari kejadian overlot, maka mungkin saja robot forex itu tidak akan melakukan order apapun sekalipun ada banyak peluang untuk melakukan transaksi.

Maka dari itulah, siapkan modal sekurang-kurangnya $100, atau nilai idealnya adalah diatas $1000 agar kita memiliki ketahanan modal yang cukup kuat.

Dunia forex itu bukan hanya menghitung masalah profit, akan tetapi harus berkutat dengan resiko yang mungkin kita dapatkan.

Masalahnya, loss itu akan menjadi bagian dari transaksi dan kehidupan kita sehari-hari, sehingga ketahanan modal akan menjadi pondasi yang perlu kita pikirkan matang-matang.

Intinya, jangan sampai akun kita terkena margin call agar terus memiliki kesempatan untuk memulihkan loss yang telah kita alami.

Banyak para mentor dan trader profesional yang tidak menyarankan kita untuk mengambil resiko lebih dari 1% per trade, serta memiliki ratio untung:rugi minimal 1:1,5.

Tapi jika kamu memutuskan untuk menggunakan copy trade forex robot seperti yang ada di Eseries, maka hal-hal tersebut sudah tak perlu kamu pikirkan lagi. Cukup dengan modal minimal $1000 dan langsung melakukan copy kepada Eseries, maka keuntungan akan menanti kamu untuk dinikmati.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *